1
YESHUA ATAU YAHSHUA
Sebagai orang-orang yang haus akan kebenaran Firman, tidak lah cukup kita hanya
mengenal Nama Elohim sang pencipta langit dan bumi, namun kita perlu juga menyelidiki
Siapakah Nama sesungguhnya Sang Juru selamat manusia?. Ada banyak orang yang sudah
menerima pribadi YAHWEH dengan menyebut NAMA-Nya, mengatakan : “Sudahlah nama Sang
Juru Selamat tidak usah dipermasalahkan, toh kita sudah mengenal kebenaran Nama YAHWEH,
karena nanti akan menimbulkan perpecahan para penyembah YAHWEH.” Namun prinsip saya
dalam mengetengahkan hal ini adalah : NAMA DIRI sang Juru selamat harus dipermasalahkan,
karena SALAH menentukan NAMA berarti SALAH juga pribadi yang menyelamatkan, dan jika
terjadi kesalahan NAMA yang tidak menyelamatkan berarti sia-sialah iman kita selama ini. Kitab
Suci mengatakan dalam Kitab Hosea 4: 6 “Umat-Ku dibinasakan karena kurang pengetahuan.
Oleh karena kamu menolak pengetahuan itu, Aku pun menolak kamu menjadi imam bagi-Ku. Oleh
karena kamu melupakan torah Elohimmu, Aku pun akan melupakan anak-anakmu.” Karena itu
untuk masalah NAMA sang Juru selamat harus dapat teridentifikasi secara firmaniah, bisa
dipertanggung jawabkan secara theologis dan sesuai dengan isi hati Bapa YAHWEH.
Banyak orang yang sudah mengenal Nama Yahweh dan berusaha mengidentifikasi nama
sesungguhnya dari Sang Juru selamat yang sebelumnya dikenal dengan Nama Yesus Kristus,
mengalami kebingungan. Kebingungan tersebut sebenarnya secara mendasar hanya disebabkan
karena TIDAK ADA KEMAMPUAN membaca huruf-huruf Ibrani saja.
Sebenarnya untuk menentukan apa NAMA sesungguhnya dari sang juru selamat, tinggal
membaca saja huruf ibrani yang mengidentifikasi NAMA sang juru selamat yang terdapat dalam
Kitab Mattai 1: 21, karena nama itu diberikan oleh YAHWEH sendiri kepada Miryam yang
menerima anugerah untuk mengandung bayi sang Juru selamat manusia melalui malaikat Gabriel.
Tentu saja malaikat Gabriel tidak akan salah dalam memberikan nama untuk sang juru selamat
manusia. Namun karena umat Tuhan tidak bisa membaca huruf-huruf Ibrani maka orang mencoba
untuk menafsirkan Nama sang Juru selamat melalui beberapa referensi ayat-ayat terjemahan,
sehingga ada yang mengatakan bahwa nama-Nya adalah YAHSHUA, YAHOSHUA, YAHUSHA
dan sebagainya.
Penafsiran nama sang juru selamat kebanyakan diambil dari ayat-ayat, yang sebenarnya
tidak ada kaitannya dengan NAMA sang juru selamat, sehingga dapat dikatakan sebagai
pemerkosaan terhadap ayat firman dan menafsirkan secara membabi buta. Ayat-ayat yang dipakai
sebagai modal utama adalah Yokhanan 10: 30 yang dalam bahasa Ibrani berbunyi “Ani we’haav
ekhad” yang berarti “Aku dan Bapa itu satu”, ayat tersebut sebenarnya mengungkapkan bahwa
YAHWEH dan sang juru selamat manusia itu SATU PRIBADI bukan SATU NAMA sehingga
ditafsirkan HARUS ada NAMA YAHWEH yang dipendekkan menjadi YAH.
Ayat lain yang dipakai sebagai referensi adalah dari Kitab Yokhanan 17: 6 yang berbunyi
“Aku telah menyatakan Nama-Mu kepada orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku dari
dunia ini. Mereka adalah milik-Mu, dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka
telah memelihara firman-Mu.” Padahal yang dimaksud dengan kalimat “Aku telah menyatakan
Nama-Mu” pada ayat tersebut bukan dan tidak ada kaitannya dengan Nama-Nya sendiri,
melainkan apa saja yang YESHUA lakukan dan ucapkan itu dalam Nama YAHWEH. Dan dalam
ayat 11 yang berbunyi “Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam
dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu,
yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti
Kita” (Terjemahan Kitab dari Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia). Namun dalam Kitab Haverit
HaKadasha ditulis sebagai berikut :
^yl,ae ab(; ynIa]w: #r,a(;B(; ~yriG(; ~hew> #r,a(;B(; dwO[ rWga] aOl
yLi hT(;t;n(; rv,a] hL,ae-ta, ^m.viB. rmov. yvidoq. Ybia(;
WnmoK(; dx(;a, Wyh.yI ![;m;l.
2
Lo agur od baarets we’hem garim baarets wa’ani ba eleikha
avi qe’roshi she’mor be’shim’kha et-ele a’sher natata li
le’maan yih’yu ekhad kamonu
Dan Aku tidak lagi berada di dunia tetapi mereka ini masih ada di dunia. Dan Aku datang kepada-Mu, Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam Nama-Mu, yakni mereka yang telah Engkau
berikan kepada-Ku, supaya mereka dapat menjadi satu sama seperti Kita
Dari hasil terjemahan kitab berbahasa Ibrani yang dipakai orang-orang Yahudi Messianic
tersebut, kalimat “Nama-Mu yang Engkau berikan kepada-Ku” itu TIDAK ADA, melainkan yang
dimaksud adalah murid-murid-Nya (MEREKA), dan kalau pun ada, maksudnya bukan NAMA
YAHWEH harus ada dalam diri Sang Juru Selamat, sehingga dianggap bernama YAHSHUA,
melainkan agar murid-murid tetap dipelihara Bapa Yahweh. Itulah sebabnya maka YESHUA pun
mengajarkan murid-murid-Nya untuk mengasihi YAHWEH seperti isi Kitab Mattai 22: 37 yang
berbunyi :
^yh,Ola/ hw<Hy(; tae T(;b.h;a(;w> wyl(;ae [;WvyE rm,aYOw:
^[,D(;m;-lk(;b.W ^v.p.n:-lk(;b.W ^b.b(;l.-lk(;B.
Wayomer YESHUA elaiw we’ahavtta et-YAHWEH eloheikha
bekal levavkha uvkal-nafsheka uvkal-maddaekha
Firman YESHUA kepadanya: Kasihilah YAHWEH Elohimmu
dengan segenap hatimu segenap jiwamu dan segenap akal budimu
Penyembah YAHWEH yang ngotot harus menyebut sang Juru Selamat dengan nama
YAHSHUA juga merekomendasikan 4 Kitab Suci terjemahan dalam bahasa Inggris yaitu "The
Scripture", "Restoration Scripture", "The Word of YAHWEH" dan "The Book of YAHWEH”. Namun
sungguh sangat disayangkan kalau mereka tidak menyadari bahwa kitab-kitab yang disodorkan
tersebut BUKAN kitab yang layak dijadikan SUMBER ASLI kebenaran, karena merupakan Kitab
terjemahan yang memiliki beberapa ketidaktepatan dalam penerjemahannya. Apalagi Kitab “The
Scripture” yang dimaksud tersebut sebenarnya TIDAK BISA dibaca YAHSHUA melainkan
YEHUSHA karena terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod He Waw Shin Ayin. Nah dengan
kesalahan ini saja membuktikan kalau mereka tidak bisa membaca rangkaian huruf Ibrani dan
mengalami kebingungan, bahkan saking bingungnya ada yang menyebut nama sang Juru Selamat
dengan nama YAHOSHUA, padahal yang disebut YAHOSHUA itu adalah YEHOSHUA yang
adalah hambanya Moshe, dan nama YEHOSHUA itu terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod He
Waw Shin Ayin. Sedangkan dalam Restoration King James Version ditulis YAHUSHUA bukan
YAHSHUA. Jadi penyampaian nama sang Juru Selamat HARUS bernama YAHSHUA itu hanya
merupakan asumsi dan tafsiran pribadi saja.
Asumsi lain yang dipakai oleh penyembah YAHWEH, yang menyatakan penyebutan Nama
Sang Juru Selamat HARUS bernama YAHSHUA karena HaleluYah itu pengagungan bagi
YAHWEH, jadi kalau menyebut nama Sang Juru Selamat dengan nama YESHUA, seharusnya
mereka menyebutnya bukan HALELUYAH melainkan HALELUYE. Asumsi ini justru menunjukkan
ketidaktahuannya membaca rangkaian huruf Ibrani. Memang BENAR bahwa HaleluYah itu
merupakan bentuk pengagungan bagi YAHWEH karena huruf Yod He dibelakang kata Ibrani
dibaca YAH yang merupakan kependekan dari YAHWEH, dan HALELUYAH itu terdiri dari
rangkaian huruf Ibrani He Lamed Lamed Waw Yod He yaitu HALELU = Pujilah dan YAH = (bentuk
pendek) YAHWEH, namun perlu diketahui bahwa huruf Yod dan He didepan sebuah kata Ibrani
tidak selalu dibaca YAH melainkan bisa dibaca YE, maka nama YEHUDA itu terdiri dari rangkaian
huruf Ibrani Yod He Waw Daled He, nama YEHOTSADAQ terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod
He Waw Tsade Daled dan Qof dan masih banyak lagi yang lain. Dan rangkaian huruf Ibrani yang
diawali dengan Yod, bukan harus terobsesi menjadi YAH sehingga Nama YOKHANAN dibacanya
YAHKHANAN, hal itu karena YOKHANAN itu terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod Waw Khet Nun
dan Nun (akhir), Nama YOSES juga bukan berasal dari YAHSES karena huruf Ibraninya Yod Waw
3
Samekh Yod. Nama YERUSHALAYIM juga terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod Resh Waw Shin
Lamed dan Mem (akhir), Jadi jelaslah bahwa penyebutan nama YAHSHUA merupakan
pemerkosaan terhadap bahasa Ibrani.
Asumsi lain penolakan terhadap Nama YESHUA adalah karena anggapan bahwa orang
Yahudi menghindari kata YAH yang merupakan bentuk pendek dari nama YAHWEH, sehingga
nama YAHSHUA dipelesetkan menjadi YESHUA. Asumsi tersebut merupakan tafsiran pribadi
yang tidak ada kaitannya sama sekali, dan jika dipergunakan untuk berargumentasi dengan
theolog-theolog yang masih belum menerima nama YAHWEH akan sangat memalukan.
Kalau mereka yang menolak nama YESHUA mengatakan bahwa YAHSHUA itu berarti
YAHWEH SHUA memang benar, karena YAHSHUA itu merupakan penggabungan DUA KATA
yaitu YAH dan SHUA yaitu YAH = YAHWEH dan SHUA = Selamat / Keselamatan. Namun
YAHSHUA itu BUKAN NAMA PRIBADI sang Juru Selamat. Dan nama YESHUA itu bukannya
tidak punya arti. YESHUA itu terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod Shin Waw Ayin dimana huruf
Yod didepan rangkaian kata tersebut berarti DIA (laki-laki) dalam bentuk sedang (to be Ing) dan
Shin Waw Ayin itu dibaca Shua yang berarti Selamat atau Keselamatan. Jadi YESHUA itu
mengandung makna Dia (laki-laki) sedang Menyelamatkan. Siapakah yang disebut DIA dalam diri
YESHUA? Tidak lain adalah YAHWEH yang sedang menyelamatkan manusia.
Asumsi lain bagi yang mempertahankan nama YAHSHUA adalah karena dalam Kamus
Kitab Suci Indonesian Literal Translation edisi pertama pada kata YESUS sebagai berikut : Bentuk
terjemahan dari nama Ibrani Yahshua (Aram Yeshua), Merupakan nama Yahudi yang umum,
namun menjadi khusus ketika diberikan kepada YESUS Kristus (Ibrani Yahshua Ha Mashiakh).
Nama ini merupakan derivat dari nama YAHWEH, yakni “Yah” ditambah dengan kata “Shua”
(artinya “Yang menyelamatkan”), sehingga Yahshua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan.
Kamus dalam edisi pertama tersebut tidak tepat, maka direvisi pada edisi ke dua dalam Kitab ILT
sebagai berikut : “Bentuk transliterasi dari nama Ibrani Yeshua. Merupakan nama Yahudi yang
umum, namun menjadi khusus ketika diberikan kepada YESUS Kristus (Ibrani Yeshua
HaMashiakh). Ada yang berpendapat bahwa nama YESUS berasal dari Yahshua yang merupakan
derivat dari nama YAHWEH, yakni “Yah” ditambah dengan kata “Shua” (artinya Yang
Menyelamatkan), sehingga Yahshua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan.
Dalam kamus tersebut, sebenarnya kalimat “Ada yang berpendapat bahwa nama YESUS
berasal dari Yahshua” tidak seharusnya ditulis disitu sebagai kebenaran Etimologi, bagaimana jika
ada sekelompok orang yang juga berpendapat nama YESUS itu beda lagi? Apakah juga harus
ditulis disitu? Kalau kita sedikit cermat, sebenarnya untuk mengidentifikasi NAMA sang Juru
Selamat sangat simpel, karena hanya tinggal melihat saja rangkaian hurufnya dan dibaca sesuai
dengan pronounciationnya yang seharusnya.
Dalam realitas NAMA sang Juru Selamat manusia yang diberikan oleh Bapa YAHWEH
sendiri kepada Miryam melalui malaikat Gabriel dalam Kitab Haverit HaKadasha (Perjanjian Baru
berbahasa Ibrani ) yang dipakai oleh orang-orang Yahudi Messianic dan DuTillet Hebrew serta
dalam Kitab Peshitta, semuanya jika dibaca berbunyi YESHUA seperti Kitab Mattai 1: 21 berikut ini:
1. Haverit HaKadasha dan DuTillet Hebrew.
[;yviwOy aWh yKi [;WvyE wOmv.-ta, t(;ar(;q(;w> !Be td,l,yO ayhiw>
~h,yteaJox;me wOM[;-ta,
We’hi yoledet ben we’qarata et-sh’mo YESHUA ki hu yoshia et-ammo mekhattoteihem
2. Peshitta.
Jwhyh=x Nm hm9l Yhwyxn ryg wh (w4y hm4 0rqtw 0rb Nyd dl0t
Ta’alad din bar’a wa’taqa’ra shi’me YESHUA hu geir nakhu’hi la’ama min kha’ta yehun
Dan dia akan melahirkan seorang Putra dan engkau akan menyebut Nama-Nya:
YESHUA, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka
Mattai / Matius 1: 21
4
Jika kita mau berpikir rasional, TIDAK MUNGKIN malaikat Gabriel SALAH dalam
mengemban tugas dari Bapa YAHWEH dalam memberi nama Sang Juru Selamat. Kitab Haverit
HaKadasha dan DuTillet Hebrew serta Peshitta juga tidak mungkin salah dalam mengidentifikasi
nama Sang Juru Selamat. Sekarang tinggal bagaimana kita merendahkan diri untuk meluruskan
pemahaman Nama Sang Juru Selamat manusia.
Kalau berbicara soal Kitab Suci berbahasa Inggris, banyak juga Kitab berbahasa Inggris
yang menulis NAMA Sang Juru Selamat dengan YESHUA seperti Hebraic Roots Version, Names
of God Bible, Complete Jewish Bible. Jadi tergantung Anda sebagai pembaca akan memakai Kitab
Suci versi apa yang akan dijadikan sebagai dasar kebenarannya, namun yang jelas TIDAK ADA
kitab Suci berbahasa Ibrani yang menulis NAMA Sang Juru Selamat bernama YAHSHUA,
YAHOSHUA, atau YAHUSHA. Kalau Sinode Gereja Pimpinan Rohulkudus berlandaskan ke
Kitab Suci Haverit Hakadasha, kitab tersebut tidak ada satu pun yang menyebut nama sang
Juru Selamat dengan YAHSHUA.
Encyclopedia Wikipedia mencatat bahwa penyebutan nama sang juru selamat dengan
nama YAHSHUA, ternyata dimulai pada abad ke 16 oleh Okultis Renaissance saat Kitab
Perjanjian Baru berbahasa Ibrani mulai menyebar, namun dengan didasari ketidak-mampuan
membaca huruf-huruf Ibrani maka terjadi mistransliterasi sehingga menghasilkan hasil yang
SALAH pula.
Jadi apa yang tertulis dalam Kitab Amsal 30: 4 yang berbunyi “Siapakah yang telah naik ke
surga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggaman-Nya? Siapakah
yang telah membungkus air dengan pakaian? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung
bumi? Siapakah Nama-Nya dan siapa Nama Putra-Nya? Pastilah engkau tahu!. Jadi TIDAK
HARUS ada Nama YAH atau SATU NAMA, kalau pribadi-Nya memang SATU (Ekhad), hanya
bermanifestasi dalam ujud yang berbeda.
Jadi kesimpulannya, sangat aneh jika tidak ada rangkaian huruf Ibrani yang berbunyi
YAHSHUA, namun dipaksakan untuk dibaca dengan pronounciasion YAHSHUA, sedangkan bunyi
rangkaian hurufnya YESHUA, hal itu merupakan sikap yang sama dari para theolog yang menolak
penyebutan nama Yahweh, dimana nama sesembahan lain yang tidak pernah ada di dalam Kitab
Suci, namun dipaksakan untuk tetap ada.
Secara sosiologis, jika orang mengatakan bahwa penyebutan nama YESHUA disebabkan
karena orang Yahudi memelesetkan kata YAH menjadi YE, maka jelas lebih tidak mungkin lagi,
karena jika Yosep dan Miryam memberi nama “putranya” dengan nama YAHSHUA, tentu mereka
berdua akan dirajam batu oleh orang-orang Yahudi, karena orang-orang Yahudi menganggap
Yosep dan Miryam melecehkan YAH yang tidak boleh diberikan kepada manusia karena hanya
untuk pribadi YAHWEH saja. Jadi alasan apapun dan dengan dalil apapun, nama sang Juru
Selamat TIDAK MUNGKIN bernama YAHSHUA. Bedakan huruf Ibrani berikut ini.
[vwhy = YAHUSHA atau YAHOSHUA, [wfhy = YAHSHUA
Jangan memaksakan kehendak HARUS YAH karena tidak ada satu ayat pun yang
menekankan HARUS YAH. Ingat YAHSHUA itu BUKAN Juru Selamat melainkan HANYA dua kata
yang dijadikan satu, yaitu Yah dan Shua yang berarti Yahweh menyelamatkan. Kalau kita
mengada-ada hal-hal yang TIDAK ADA, apa bedanya dengan Kristen Muslimin?
BY ARNOZZ BAHABOL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar