Kamis, 09 Oktober 2014

YESHUA ATAU YAHSHUA


1

YESHUA ATAU YAHSHUA
Sebagai  orang-orang  yang  haus  akan  kebenaran  Firman,  tidak  lah  cukup  kita  hanya
mengenal  Nama  Elohim  sang  pencipta  langit  dan  bumi,  namun  kita  perlu  juga  menyelidiki
Siapakah  Nama  sesungguhnya  Sang  Juru  selamat  manusia?. Ada  banyak  orang  yang  sudah
menerima  pribadi  YAHWEH  dengan  menyebut  NAMA-Nya,  mengatakan  : “Sudahlah  nama  Sang
Juru Selamat tidak usah dipermasalahkan, toh kita sudah mengenal kebenaran Nama YAHWEH,
karena nanti  akan  menimbulkan  perpecahan  para  penyembah  YAHWEH.” Namun  prinsip  saya
dalam  mengetengahkan hal  ini  adalah  : NAMA  DIRI  sang  Juru  selamat  harus  dipermasalahkan,
karena  SALAH  menentukan NAMA berarti  SALAH  juga  pribadi  yang  menyelamatkan,  dan  jika
terjadi  kesalahan  NAMA  yang  tidak  menyelamatkan  berarti sia-sialah  iman  kita  selama  ini.  Kitab
Suci mengatakan dalam Kitab Hosea 4: 6 “Umat-Ku  dibinasakan  karena  kurang  pengetahuan.
Oleh karena kamu menolak pengetahuan itu, Aku pun menolak kamu menjadi imam bagi-Ku. Oleh
karena  kamu  melupakan  torah  Elohimmu,  Aku  pun  akan  melupakan  anak-anakmu.” Karena  itu
untuk  masalah  NAMA  sang  Juru  selamat  harus  dapat  teridentifikasi  secara  firmaniah,  bisa
dipertanggung jawabkan secara theologis dan sesuai dengan isi hati Bapa YAHWEH.
  Banyak orang yang sudah mengenal Nama Yahweh dan berusaha mengidentifikasi nama
sesungguhnya  dari  Sang  Juru  selamat  yang  sebelumnya  dikenal  dengan  Nama  Yesus  Kristus,
mengalami kebingungan. Kebingungan tersebut sebenarnya secara mendasar hanya disebabkan
karena TIDAK ADA KEMAMPUAN membaca huruf-huruf Ibrani saja.
  Sebenarnya  untuk  menentukan  apa NAMA sesungguhnya  dari  sang  juru  selamat,  tinggal
membaca  saja  huruf  ibrani  yang  mengidentifikasi NAMA sang  juru  selamat  yang  terdapat  dalam
Kitab  Mattai  1:  21,  karena  nama  itu  diberikan  oleh  YAHWEH  sendiri  kepada  Miryam  yang
menerima anugerah untuk mengandung bayi sang Juru selamat manusia melalui malaikat Gabriel.
Tentu  saja  malaikat Gabriel  tidak  akan  salah  dalam  memberikan  nama  untuk  sang  juru  selamat
manusia. Namun karena umat Tuhan tidak bisa membaca huruf-huruf Ibrani maka orang mencoba
untuk menafsirkan  Nama  sang  Juru  selamat  melalui  beberapa  referensi  ayat-ayat  terjemahan,
sehingga  ada  yang  mengatakan  bahwa  nama-Nya  adalah  YAHSHUA,  YAHOSHUA,  YAHUSHA
dan sebagainya.
  Penafsiran  nama  sang  juru  selamat  kebanyakan  diambil  dari  ayat-ayat,  yang  sebenarnya
tidak  ada  kaitannya  dengan  NAMA  sang  juru  selamat,  sehingga  dapat  dikatakan  sebagai
pemerkosaan terhadap ayat firman dan menafsirkan secara membabi buta. Ayat-ayat yang dipakai
sebagai modal utama adalah Yokhanan 10: 30 yang dalam bahasa Ibrani berbunyi “Ani we’haav
ekhad” yang berarti “Aku dan Bapa itu satu”, ayat tersebut sebenarnya mengungkapkan bahwa
YAHWEH  dan  sang  juru  selamat  manusia  itu  SATU  PRIBADI bukan  SATU  NAMA  sehingga
ditafsirkan HARUS ada NAMA YAHWEH yang dipendekkan menjadi YAH.
  Ayat  lain yang dipakai sebagai referensi adalah dari Kitab Yokhanan 17: 6 yang berbunyi
“Aku telah menyatakan Nama-Mu kepada orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku dari
dunia ini. Mereka adalah milik-Mu, dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka
telah  memelihara  firman-Mu.” Padahal yang dimaksud dengan kalimat “Aku telah menyatakan
Nama-Mu”  pada  ayat  tersebut  bukan  dan  tidak  ada  kaitannya  dengan  Nama-Nya  sendiri,
melainkan  apa  saja  yang  YESHUA  lakukan  dan ucapkan itu  dalam  Nama  YAHWEH. Dan  dalam
ayat 11 yang berbunyi “Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam
dunia,  dan  Aku  datang  kepada-Mu.  Ya  Bapa  yang  kudus,  peliharalah  mereka  dalam  nama-Mu,
yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti
Kita” (Terjemahan  Kitab  dari  Yayasan  Lembaga  Alkitab  Indonesia).  Namun  dalam  Kitab  Haverit
HaKadasha ditulis sebagai berikut : 
^yl,ae ab(; ynIa]w: #r,a(;B(; ~yriG(; ~hew> #r,a(;B(; dwO[ rWga] aOl
yLi hT(;t;n(; rv,a] hL,ae-ta, ^m.viB. rmov. yvidoq. Ybia(;
WnmoK(; dx(;a, Wyh.yI ![;m;l.
2

Lo agur od baarets we’hem garim baarets wa’ani ba eleikha
avi qe’roshi she’mor be’shim’kha et-ele a’sher natata li
le’maan yih’yu ekhad kamonu
Dan Aku tidak lagi berada di dunia tetapi mereka ini masih ada di dunia. Dan Aku datang kepada-Mu, Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam Nama-Mu, yakni mereka yang telah Engkau
berikan kepada-Ku, supaya mereka dapat menjadi satu sama seperti Kita

Dari  hasil terjemahan  kitab  berbahasa  Ibrani  yang  dipakai  orang-orang Yahudi  Messianic
tersebut, kalimat “Nama-Mu  yang  Engkau  berikan  kepada-Ku” itu TIDAK ADA, melainkan  yang
dimaksud  adalah  murid-murid-Nya  (MEREKA), dan  kalau  pun  ada,  maksudnya  bukan  NAMA
YAHWEH  harus  ada  dalam  diri  Sang  Juru  Selamat, sehingga  dianggap  bernama  YAHSHUA,
melainkan agar murid-murid tetap dipelihara Bapa Yahweh. Itulah sebabnya maka YESHUA pun
mengajarkan  murid-murid-Nya  untuk  mengasihi  YAHWEH  seperti  isi  Kitab  Mattai  22:  37  yang
berbunyi :
^yh,Ola/ hw<Hy(; tae T(;b.h;a(;w> wyl(;ae [;WvyE rm,aYOw:
^[,D(;m;-lk(;b.W ^v.p.n:-lk(;b.W ^b.b(;l.-lk(;B.
Wayomer YESHUA elaiw we’ahavtta et-YAHWEH eloheikha
bekal levavkha uvkal-nafsheka uvkal-maddaekha
Firman YESHUA kepadanya: Kasihilah YAHWEH Elohimmu
dengan segenap hatimu segenap jiwamu dan segenap akal budimu

  Penyembah  YAHWEH  yang  ngotot  harus  menyebut  sang  Juru  Selamat  dengan  nama
YAHSHUA juga merekomendasikan 4  Kitab  Suci  terjemahan  dalam  bahasa  Inggris yaitu "The
Scripture", "Restoration Scripture", "The Word of YAHWEH" dan "The Book of YAHWEH”. Namun
sungguh  sangat  disayangkan  kalau  mereka  tidak  menyadari  bahwa  kitab-kitab  yang  disodorkan
tersebut  BUKAN  kitab  yang  layak  dijadikan  SUMBER ASLI kebenaran, karena  merupakan  Kitab
terjemahan  yang  memiliki beberapa ketidaktepatan  dalam  penerjemahannya. Apalagi Kitab “The
Scripture”  yang  dimaksud  tersebut  sebenarnya  TIDAK BISA  dibaca  YAHSHUA  melainkan
YEHUSHA  karena terdiri  dari  rangkaian  huruf  Ibrani  Yod  He  Waw  Shin  Ayin.  Nah  dengan
kesalahan  ini  saja  membuktikan  kalau  mereka  tidak  bisa  membaca  rangkaian  huruf  Ibrani dan
mengalami kebingungan, bahkan saking bingungnya ada yang menyebut nama sang Juru Selamat
dengan  nama  YAHOSHUA,  padahal  yang  disebut  YAHOSHUA  itu  adalah  YEHOSHUA  yang
adalah  hambanya  Moshe,  dan  nama  YEHOSHUA  itu  terdiri  dari  rangkaian  huruf  Ibrani  Yod He
Waw  Shin Ayin. Sedangkan  dalam  Restoration  King  James  Version  ditulis  YAHUSHUA  bukan
YAHSHUA. Jadi  penyampaian  nama  sang  Juru  Selamat  HARUS  bernama  YAHSHUA  itu  hanya
merupakan asumsi dan tafsiran pribadi saja.
  Asumsi lain yang dipakai oleh penyembah YAHWEH, yang menyatakan penyebutan Nama
Sang  Juru  Selamat  HARUS  bernama  YAHSHUA  karena  HaleluYah  itu  pengagungan  bagi
YAHWEH,  jadi  kalau  menyebut  nama  Sang  Juru  Selamat  dengan  nama  YESHUA,  seharusnya
mereka menyebutnya bukan HALELUYAH melainkan HALELUYE. Asumsi ini justru menunjukkan
ketidaktahuannya  membaca  rangkaian  huruf  Ibrani.  Memang  BENAR  bahwa  HaleluYah  itu
merupakan  bentuk  pengagungan  bagi  YAHWEH  karena  huruf Yod  He  dibelakang  kata  Ibrani
dibaca  YAH  yang  merupakan  kependekan  dari  YAHWEH,  dan  HALELUYAH  itu  terdiri  dari
rangkaian huruf Ibrani He Lamed Lamed Waw Yod He yaitu HALELU = Pujilah dan YAH = (bentuk
pendek)  YAHWEH, namun  perlu  diketahui  bahwa  huruf  Yod  dan  He  didepan  sebuah  kata  Ibrani
tidak selalu dibaca YAH melainkan bisa dibaca YE, maka nama YEHUDA itu terdiri dari rangkaian
huruf Ibrani Yod He Waw Daled He, nama YEHOTSADAQ terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod
He Waw Tsade Daled dan Qof dan masih banyak lagi yang lain. Dan rangkaian huruf Ibrani yang
diawali dengan Yod, bukan harus terobsesi menjadi YAH sehingga Nama YOKHANAN dibacanya
YAHKHANAN, hal itu karena YOKHANAN itu terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod Waw Khet Nun
dan Nun (akhir), Nama YOSES juga bukan berasal dari YAHSES karena huruf Ibraninya Yod Waw
3

Samekh Yod. Nama YERUSHALAYIM juga terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod Resh Waw Shin
Lamed  dan  Mem  (akhir), Jadi  jelaslah  bahwa  penyebutan  nama  YAHSHUA  merupakan
pemerkosaan terhadap bahasa Ibrani.
  Asumsi  lain  penolakan  terhadap  Nama  YESHUA  adalah  karena  anggapan  bahwa  orang
Yahudi  menghindari kata YAH yang  merupakan  bentuk  pendek  dari  nama  YAHWEH,  sehingga
nama  YAHSHUA  dipelesetkan  menjadi  YESHUA.  Asumsi  tersebut  merupakan  tafsiran  pribadi
yang  tidak  ada  kaitannya  sama  sekali,  dan  jika  dipergunakan  untuk  berargumentasi  dengan
theolog-theolog yang masih belum menerima nama YAHWEH akan sangat memalukan.
  Kalau  mereka  yang  menolak  nama  YESHUA  mengatakan  bahwa  YAHSHUA  itu  berarti
YAHWEH  SHUA  memang  benar, karena  YAHSHUA  itu  merupakan  penggabungan  DUA  KATA
yaitu  YAH  dan  SHUA  yaitu  YAH  =  YAHWEH  dan  SHUA  =  Selamat  /  Keselamatan.  Namun
YAHSHUA  itu  BUKAN  NAMA  PRIBADI  sang  Juru  Selamat.  Dan  nama YESHUA  itu  bukannya
tidak punya arti. YESHUA itu terdiri dari rangkaian huruf Ibrani Yod Shin Waw Ayin dimana huruf
Yod didepan  rangkaian  kata  tersebut  berarti  DIA  (laki-laki)  dalam  bentuk  sedang  (to  be  Ing)  dan
Shin  Waw  Ayin  itu  dibaca  Shua  yang  berarti  Selamat  atau  Keselamatan.  Jadi  YESHUA  itu
mengandung makna Dia (laki-laki) sedang Menyelamatkan. Siapakah yang disebut DIA dalam diri
YESHUA? Tidak lain adalah YAHWEH yang sedang menyelamatkan manusia.
  Asumsi  lain  bagi  yang  mempertahankan  nama  YAHSHUA  adalah  karena  dalam Kamus
Kitab Suci Indonesian Literal Translation edisi pertama pada kata YESUS sebagai berikut : Bentuk
terjemahan  dari  nama  Ibrani  Yahshua  (Aram  Yeshua),  Merupakan  nama  Yahudi  yang  umum,
namun  menjadi  khusus  ketika  diberikan  kepada  YESUS  Kristus  (Ibrani  Yahshua  Ha  Mashiakh).
Nama ini merupakan derivat dari nama YAHWEH, yakni “Yah” ditambah dengan kata “Shua”
(artinya “Yang menyelamatkan”), sehingga Yahshua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan.
Kamus dalam edisi pertama tersebut tidak tepat, maka direvisi pada edisi ke dua dalam Kitab ILT
sebagai berikut : “Bentuk transliterasi dari nama Ibrani Yeshua. Merupakan nama  Yahudi  yang
umum,  namun  menjadi  khusus  ketika  diberikan  kepada  YESUS  Kristus  (Ibrani  Yeshua
HaMashiakh). Ada yang berpendapat bahwa nama YESUS berasal dari Yahshua yang merupakan
derivat  dari  nama  YAHWEH,  yakni  “Yah”  ditambah  dengan  kata  “Shua”  (artinya  Yang
Menyelamatkan), sehingga Yahshua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan. 
  Dalam kamus tersebut, sebenarnya kalimat “Ada yang berpendapat bahwa nama YESUS
berasal dari Yahshua” tidak seharusnya ditulis disitu sebagai kebenaran Etimologi, bagaimana jika
ada  sekelompok  orang  yang  juga  berpendapat  nama  YESUS  itu  beda  lagi? Apakah  juga  harus
ditulis  disitu? Kalau  kita  sedikit  cermat,  sebenarnya  untuk  mengidentifikasi  NAMA  sang  Juru
Selamat sangat simpel, karena hanya tinggal melihat saja rangkaian hurufnya dan dibaca sesuai
dengan pronounciationnya yang seharusnya. 
Dalam  realitas  NAMA  sang  Juru  Selamat  manusia  yang  diberikan  oleh  Bapa  YAHWEH
sendiri kepada Miryam melalui malaikat Gabriel dalam Kitab Haverit HaKadasha (Perjanjian Baru
berbahasa  Ibrani  )  yang dipakai  oleh  orang-orang  Yahudi  Messianic  dan DuTillet  Hebrew  serta
dalam Kitab Peshitta, semuanya jika dibaca berbunyi YESHUA seperti Kitab Mattai 1: 21 berikut ini:
1. Haverit HaKadasha dan DuTillet Hebrew.

[;yviwOy aWh yKi [;WvyE wOmv.-ta, t(;ar(;q(;w> !Be td,l,yO ayhiw>
~h,yteaJox;me wOM[;-ta,
We’hi yoledet ben we’qarata et-sh’mo YESHUA ki hu yoshia et-ammo mekhattoteihem

2. Peshitta.
Jwhyh=x Nm hm9l Yhwyxn ryg wh (w4y hm4 0rqtw 0rb Nyd dl0t
Ta’alad din bar’a wa’taqa’ra shi’me YESHUA hu geir nakhu’hi la’ama min kha’ta yehun

Dan dia akan melahirkan seorang Putra dan engkau akan menyebut Nama-Nya:
YESHUA, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka
Mattai / Matius 1: 21
4

  Jika  kita  mau  berpikir  rasional, TIDAK  MUNGKIN malaikat Gabriel  SALAH  dalam
mengemban tugas  dari  Bapa  YAHWEH  dalam  memberi  nama  Sang  Juru  Selamat. Kitab  Haverit
HaKadasha  dan  DuTillet  Hebrew  serta  Peshitta  juga tidak  mungkin salah  dalam  mengidentifikasi
nama  Sang  Juru  Selamat.  Sekarang  tinggal  bagaimana  kita  merendahkan  diri  untuk  meluruskan
pemahaman Nama Sang Juru Selamat manusia.
  Kalau  berbicara  soal  Kitab  Suci  berbahasa  Inggris,  banyak  juga  Kitab  berbahasa  Inggris
yang menulis NAMA Sang Juru Selamat dengan YESHUA seperti Hebraic Roots Version, Names
of God Bible, Complete Jewish Bible. Jadi tergantung Anda sebagai pembaca akan memakai Kitab
Suci  versi apa yang  akan  dijadikan sebagai  dasar  kebenarannya,  namun  yang jelas TIDAK  ADA
kitab  Suci  berbahasa  Ibrani  yang  menulis  NAMA  Sang  Juru  Selamat  bernama  YAHSHUA,
YAHOSHUA,  atau  YAHUSHA. Kalau Sinode  Gereja  Pimpinan  Rohulkudus berlandaskan  ke
Kitab Suci Haverit Hakadasha, kitab tersebut tidak ada satu pun  yang menyebut nama sang
Juru Selamat dengan YAHSHUA.
  Encyclopedia  Wikipedia  mencatat  bahwa  penyebutan  nama  sang  juru  selamat  dengan
nama  YAHSHUA,  ternyata dimulai  pada  abad  ke  16  oleh  Okultis  Renaissance saat  Kitab
Perjanjian  Baru  berbahasa  Ibrani  mulai  menyebar,  namun  dengan  didasari  ketidak-mampuan
membaca  huruf-huruf  Ibrani  maka  terjadi  mistransliterasi  sehingga  menghasilkan  hasil  yang
SALAH pula.
  Jadi apa yang tertulis dalam Kitab Amsal 30: 4 yang berbunyi “Siapakah yang telah naik ke
surga  lalu  turun?  Siapakah  yang  telah  mengumpulkan  angin  dalam  genggaman-Nya?  Siapakah
yang  telah  membungkus  air  dengan  pakaian?  Siapakah  yang  telah  menetapkan  segala  ujung
bumi?  Siapakah  Nama-Nya  dan  siapa  Nama  Putra-Nya?  Pastilah  engkau  tahu!.  Jadi  TIDAK
HARUS  ada  Nama  YAH  atau  SATU  NAMA,  kalau pribadi-Nya  memang  SATU  (Ekhad),  hanya
bermanifestasi dalam ujud yang berbeda.
  Jadi  kesimpulannya,  sangat  aneh  jika tidak  ada rangkaian  huruf  Ibrani  yang  berbunyi
YAHSHUA, namun dipaksakan untuk dibaca dengan pronounciasion YAHSHUA, sedangkan bunyi
rangkaian hurufnya YESHUA, hal itu merupakan sikap yang sama dari para theolog yang menolak
penyebutan nama Yahweh, dimana nama sesembahan lain yang tidak pernah ada di dalam Kitab
Suci, namun dipaksakan untuk tetap ada.
  Secara sosiologis, jika orang mengatakan bahwa penyebutan nama YESHUA disebabkan
karena  orang  Yahudi  memelesetkan  kata  YAH  menjadi  YE,  maka  jelas  lebih  tidak  mungkin  lagi,
karena jika Yosep dan Miryam memberi nama “putranya” dengan nama YAHSHUA, tentu mereka
berdua  akan  dirajam  batu  oleh  orang-orang  Yahudi,  karena  orang-orang  Yahudi  menganggap
Yosep  dan  Miryam  melecehkan  YAH  yang  tidak  boleh  diberikan  kepada  manusia  karena  hanya
untuk  pribadi  YAHWEH  saja.  Jadi  alasan  apapun  dan  dengan  dalil  apapun,  nama  sang  Juru
Selamat TIDAK MUNGKIN bernama YAHSHUA. Bedakan huruf Ibrani berikut ini.
[vwhy = YAHUSHA atau YAHOSHUA,    [wfhy = YAHSHUA
  Jangan  memaksakan  kehendak  HARUS  YAH  karena  tidak  ada  satu  ayat  pun  yang
menekankan HARUS YAH. Ingat YAHSHUA itu BUKAN Juru Selamat melainkan HANYA dua kata
yang  dijadikan  satu,  yaitu Yah  dan  Shua  yang  berarti  Yahweh  menyelamatkan.  Kalau  kita
mengada-ada hal-hal yang TIDAK ADA, apa bedanya dengan Kristen Muslimin?

BY ARNOZZ BAHABOL